Advertisement

Link Banner

Sejarah dan Perkembangan MITSUBISHI

Posted by YUDI SETIADI



Spoiler for klik:
Mitsubishi yang didirikan oleh Yataro Iwasaki pada tahun 1870, merupakan perusahaan yang dikembangkan oleh keluarga Iwasaki. Saudara laki-laki, anak serta keponakannya turut membantu melebarkan sayap bisnis Mitsubishi ke berbagai bidang. Pada awal berdirinya, Mitsubishi hanyalah merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa perkapalan dengan aset tiga buah kapal uap. Namun saat ini, Mitsubishi companies telah menjadi kelompok perusahaan raksasa yang terdiri lebih dari 400 anggota perusahaan.

Keberadaan Mitsubishi tidak bisa dilepaskan dari sejarah dan perkembangan sejarah modern Jepang, terutama sejak akhir Pemerintahan Tokugawa. Dengan kata lain, Mitsubishi telah melewati 139 tahun hingga saat ini. Menilik sejarah dan perkembangannya, setelah perang dunia II organisasi Mitsubishi sempat dibubarkan oleh pasukan aliansi yang mengokupasi Jepang karena terkait dengan agresifitas pemerintahan militer Jepang


ni tokoh" yang berjasanya gan :


Yataro Iwasaki ; Sang Pendiri Mitsubishi

Spoiler for klik:
Yataro Iwasaki merupakan wirausahawan ulet yang mendirikan Mitsubishi. Ia berasal dari Prefektur Kochi di Shikoku yang merupakan basis klan Tosa. Yataro bekerja untuk klan tersebut di daerah Nagasaki. Namun, pasca Restorasi Meiji 1868, kota Osaka menggantikan posisi Nagasaki sebagai pelabuhan perdagangan utama. Selain itu, pemerintahan Jepang yang baru melarang para anggota klan untuk menjalankan bisnis. Oleh karenanya, Yataro mengambil alih kantor usaha klan Tosa yang diprivatisasi di Osaka.

Tahun 1870 ia mendirikan perusahaan perkapalan sendiri dengan nama Tsukumo Shokai, dengan aset tiga buah kapal uap. Inilah awal mula Mitsubishi. Perusahaan tersebut mulai mengadopsi nama Mitsubishi pada Maret 1873 saat Yataro secara resmi menjadi pemimpinya. Simbol Mitsubishi sendiri melambangkan tiga berlian yang memuat tradisi 139 tahun. “Mitsubishi” merupakan kombinasi dari kata mitsu dan hishi. Mitsu berarti tiga dan hishi berarti water chestnut yang digunakan masyarakat Jepang untuk melambangkan bentuk berlian. Simbol tiga berlian yang menjadi simbol Mitsubishi berasal dari three-leaf crest milik klan Tosa (tempat dimana Yataro pertama kali bekerja) dan juga melambangkan three stacked rhombuses dari keluarganya (Iwasaki).

Selama menjalankan bisnisnya, Yataro dipercaya untuk mengerjakan banyak pekerjaan dan proyek dari pemerintah Jepang yang baru, sehingga ia dapat mengembangkan usahanya dengan membeli lebih banyak kapal serta mendapatkan subsidi rutin pemerintah yang besar. Pekerjaan-pekerjaan tersebut antara lain mencakup penyediaan kapal untuk membawa pasukan Jepang ke Taiwan, serta pengangkutan persediaan dan peralatan yang dibutuhkan oleh pemerintah. Sejak saat itu, Mitsubishi berkembang cepat. Dengan adanya dukungan dari pemerintah, secara bertahap Yataro melakukan diversivikasi usaha, seperti investasi di bidang pertambangan, perbaikan kapal, documentary financing, serta industri penggalangan kapal di Nagasaki (Nagasaki shipyard).

Dalam perjalanannya, perusahaan milik Yataro ini mengalami serangkaian perubahan nama, antara lain Mitsukawa Shokai, Mitsubishi Shokai, Mitsubishi Jokisen Kaisha (Mitsubishi Steamship Company), serta Yubin Kisen Mitsubishi Kaisha (Mitsubishi Mail Steamship Company). Mitsubishi Mail Steamship Company yang bergerak di bidang jasa pelayaran dan perdagangan ke China, menjadi perusahaan Jepang pertama yang membuka rute ke luar negeri



Yanosuke Iwasaki ; Arsitek Diversifikasi Usaha Mitsubishi

Spoiler for klik:
Setelah kematian Yataro, Yanosuke Iwasaki yang merupakan adik kandung dari Yataro, menggantikan posisi kakaknya sebagai presiden Mitsubishi. Sebagai tugas pertamanya, Yanosuke bertanggungjawab untuk mengatasi krisis kompetisi yang merupakan “PR” yang belum sempat dikerjakan Yataro. Pembentukan merger antara Mitsubishi dan kompetitornya difasilitasi oleh pemerintah pada tahun 1885, dan menciptakan perusahaan merger bernama Nippon Yusen (saat ini bernama NYK Line).

Setelah melepaskan Nippon Yusen, sebagai langkah selanjutnya Yanosuke membuat Mitsubishi semakin tumbuh dan terdiversifikasi di bawah kepemimpinan otokratisnya hingga menjadi perusahaan yang sangat besar seperti sekarang ini. Yanosuke melakukan pengalihan fokus usaha Mitsubishi dari bisnis di lautan (akibat kompetisi yang semakin tinggi) menjadi bisnis di daratan. Mitsubishi melakukan diversifikasi usaha dengan membeli perusahaan tambang tembaga the Yoshioka copper mine yang berlokasi di Okayama dan Takashima, Nagasaki. Perusahaan ini menjadi cikal bakal perusahaan yang pertama kali memproduksi baja untuk kapal uap domestik. Ia membeli lebih banyak tambang sebagai sumber persediaan demi pertumbuhan Mitsubishi pada khususnya dan industri Jepang pada umumnya.

Ia juga membentuk organisasi Mitsubishi sebagai perusahaan modern. Yanosuke merancang untuk membangun kembali organisasi di bidang pertambangan dan pembuatan kapal. Selain itu, Yanosuke memperluas bisnis ke bidang perbankan dengan mengambil alih manajemen the 119th National Bank (yang kemudian menjadi Mitsubishi bank), asuransi dan warehousing (Mitsubishi Logistics, Tokyo Warehouse). Semua hal ini menjadi dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan Mitsubishi di masa depan. Pada tahun 1890, ia membeli 80 hektar tanah di dekat Imperial Palace yang dikenal sebagai Marunouchi. Marunouchi merupakan business street modern Jepang yang pertama, sehingga dapat disebut sebagai a block of London.

Karena beragam jasa dan prestasinya tersebut, Yanosuke mendapatkan posisi di pemerintahan. Ia mewakili komunitas bisnis di Imperial Assembly, dan atas rekomendasi dari perdana menteri, Yanosuke menjadi gubernur jendral the Bank of Japan. Yanosuke meninggal pada tahun 1908 (umur 57).



Hisaya Iwasaki ; Sang Modernisator



Koyata Iwasaki ; Presiden Terakhir

Spoiler for klik:
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Koyata Iwasaki menggantikan Hisaya pada tahun 1916, sebagai presiden ke-empat sekaligus terakhir dari unified Mitsubishi. Seperti pamannya, Koyata juga lulusan dari luar negeri yaitu Universitas Cambridge. Ia memimpin organisasi Mitsubishi selama 29 tahun dan memainkan peranan yang penting dalam membentuk perkembangan industri di Jepang. Koyata membawa Mitsubishi sebagai public share company dan menjadikannya sebagai perusahaan raksasa yang berfokus pada heavy and chemical industries, yang mengembangkan automobiles, aircraft, tank, dan bis. Koyata juga berperan sebagai pembuat prinsip-prinsip bisnis Mitsubishi yang menjadi panduan bagi perusahaan Mitsubishi saat ini. Di bawah kepemimpinannya, Mitsubishi menjadi sebuah kelompok perusahaan yang terdiri dari 70 perusahaan lebih di bawah payung Mitsubishi Headquarters.

Koyata mendiversifikasikan perusahaan menjadi berbagai divisi bisnis sebagai perusahaan yang berbeda-beda, sehingga Mitsubishi secara ukuran menjadi lebih besar. Divisi pertambangan, penggalangan kapal, perbankan, perdagangan, dan real estate menjadi join stock companies di bawah payung holding company. Dengan adanya otonomi manajemen, memberikan kesempatan pada divisi-divisi tersebut untuk lebih tumbuh dan berkembang dibandingkan dengan organisasi perusahaan yang lama.

Perkembangan industri sangat cepat terjadi di Jepang ketika Eropa memasuki era Perang Dunia I yang membutuhkan industri berat dan kimia. Oleh karenanya, Mitsubishi menjadi pemimpin dalam industri-industri electrical machinery, aircraft, oil refining, chemicals, dan steel making. Mitsubishi juga sangat aktif dalam bisni internasional. Koyota menganggap bahwa belajar dari negara lain adalah sangat penting. Di bawah kepemimpinannya, Mitsubishi mengasimilasikan teknologi, keahlian finansial, serta manajemen dari perusahaan-perusahaan terbaik di dunia. Ia juga menjalin aliansi dengan berbagai perusahaan di seluruh dunia. Para teknisi Mitsubishi mengimprovisasikan teknologi yang diimpor dari luar, sehingga menghasilkan teknologi baru yang original. Keunggulan teknologi ini menjadi kekuaran utama bagi Mitsubishi.

Setelah berjalan beberapa lama, Koyata menyadari bahwa dengan mengurangi kontrol langsung dari keluarga Iwasaki pada Mitsubishi dapat membantu perkembangan organisasi ini. Ia menjadikan saham Mitsubishi menjadi publik. Tahun 1937 ia bekerjasama dengan holding company dalam bentuk joint-stock corporation. Akibatnya, hampir semua saham perusahaan lebih banyak berada di tangan investor luar.

Manajemen yang dijalani Koyata merupakan perpaduan unik antara idealisme Inggris dengan kesadaran nasional ala Jepang. Kemudian, ia menciptakan tiga prinsip perusahaan yang berguna untuk mengarahkan jalannya perusahaan dan menjadi dasar semangat serta nilai-nilai Mitsubishi. Prinsip ini disebut Sankoryo, diciptakan tahun 1930an. Isinya antara lain ;

1. Shoki Hoko ; corporate responsibility to society
2. Shoji Komei ; integrity and fairness.
3. Ritsugyo Boeki ; international understanding through trade
(an international perspective)

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4669409

{ 0 comments... or add one}


Posting Komentar