Advertisement

Link Banner

Gubernur Riau: Jembatan Selat Malaka akan terealisasi

Posted by YUDI SETIADI


Gubernur Riau: Jembatan Selat Malaka akan terealisasi






PEKANBARU: Gubernur Riau Rusli Zainal mengaku optimistis bahwa jembatan Selat Malaka yang menghubungkan dua negara serumpun Indonesia-Malaysia dapat terealisasi sesuai dengan yang direncanakan.

"Cepat atau lambat, kami yakin jembatan Selat Malaka yang menghubungkan Kota Dumai, Riau dengan Melaka, Malaysia, bakal bisa dibangun dan direalisasikan," ujar Gubernur Rusli Zainal, di Pekanbaru, hari ini.

Rusli menyatakan, sikap optimisme itu timbul sehubungan temuan terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup positif, terutama dari segi pendanaan karena pemerintah kedua negara tidak perlu merisaukannya.

"Telah ada pihak ketiga dari kalangan swasta yang menyatakan kesiapan melakukan investasi untuk pembangunan jembatan yang menghabiskan dana sebesar 12,75 miliar dollar AS itu," katanya.

Terkait itu, lanjut dia, Riau sebagai gerbang Indonesia kini terus berbenah, terutama menyangkut pembangunan infrastruktur koridor ekonomi, seperti pengembangan industri klaster hilir kelapa sawit di Pelitung, Dumai dan Kuala Enok, Indragiri Hilir.

"Riau harus mengambil manfaat dari kehadiran jembatan itu nantinya, terutama dalam bidang ekonomi. Karena itu, kami tengah serius mengembangkan basis-basis ekonomi sesuai pemetaan," jelasnya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, pemerintah pusat tetap mendukung pembangunan jembatan Selat Malaka. Namun demikian, lanjutnya, pemerintah kini sedang memberikan prioritas terhadap jembatan Selat Sunda yang direncanakan mulai dibangun pada 2013.

"Secara nasional, kita melihat bagaimana strategi kita melakukan pembangunan jembatan Selat Malaka pada waktu yang tepat. Pemikiran itu tidak boleh dimatikan dan harus kita jaga, karena menjadi bagian ASEAN connectivity," ujarnya.

Bank Ekspor Impor China dilaporkan telah menyatakan minatnya kepada Pemerintah Malaysia untuk melakukan investasi 12,75 miliar dollar AS bagi terealisasinya jembatan Selat Malaka itu.

Managing Director Strait of Malacca Partners, Lim Sue Beng, perusahaan kontraktor pembangunan jembatan Selat Malaka menyatakan, jembatan sebagai jalan penghubung dua negara bertetangga itu akan selesai dibangun dalam waktu 10 tahun.

"Hitungannya, selama empat tahun dilakukan pengkajian dan survei, kemudian enam tahun pelaksanaan kontruksi. Dengan hitungan 10 tahun jembatan akan selesai," ujarnya.

sumber: http://www.sumatrabisnis.com/industri/1id7527.html


Exim Bank China Biayai Jembatan Selat Malaka






MELAKA - Pemerintah Indonesia memang tidak memprioritaskan pembangunan Jembatan Selat Malaka.Namun,Pemerintah Malaysia sudah menyiapkan rencana pembangunan tersebut.

Mereka juga telah mendapatkan investasi dari Exim Bank of China sebesar USD12,75 miliar untuk merealisasikan jembatan yang menghubungkan Pulau Rupat (Indonesia) dengan Teluk Gong (Malaysia) itu.

Gubernur Melaka, Malaysia, Ali Rustam mengatakan,jika pembangunan Jembatan Selat Malaka dapat direalisasikan, biaya perjalanan dan pengiriman barang bisa dipangkas menjadi lebih murah. Hal ini, misalnya, perjalanan empat orang dengan kapal feri jenis roro yang menghabiskan biaya USD600, jika ada jembatan bisa dipangkas menjadi USD80.

”Jembatan Selat Malaka sebenarnya progres dari kesepakatan ASEAN+1,” tutur Ali Rustam kepada wartawan di Melaka.

Dia menerangkan, pembangunan Jembatan Selat Malaka membutuhkan waktu minimal 10 tahun. Empat tahun untuk mempelajari dan membuat desain serta enam tahun proses pelaksanaan pembangunan fisik.

Rencananya, Jembatan Selat Malaka akan memiliki panjang lebih kurang 97 km dari Malaysia menuju Pulau Rupat di Riau. Ali Rustam menegaskan, biaya pembangunan jembatan yang menghubungkan dua negara tersebut didapat dari Exim Bank of China.Murni dibiayai pihak swasta dan tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

”Ini tidak menggunakan uang rakyat. Ini murni dari Exim Bank of China,”tuturnya.

Dia mengatakan, pembangunan Jembatan Selat Malaka tidak mungkin dibiayai kedua negara. Alasannya, masih banyak infrastruktur penting di dalam negeri yang juga harus dibangun dan dikembangkan. ”Kalau saya boleh memilih, saya akan pilih untuk membangun jalan di Melaka daripada Jembatan Selat Malaka. Namun, itu kan amanat dari ASEAN+1,”ungkapnya.

Dalam waktu dekat, Pemerintah Malaysia akan menanyakan kesiapan Pemerintah Indonesia di Jakarta. Pembicaraan tentang pembangunan Jembatan Selat Malaka baru dilangsungkan antara Pemerintah Daerah (Pemda) Riau dengan Pemerintah Melaka. Managing Director Strait of Melaka Partners Liem Sui Peng menegaskan, Jembatan Selat Malaka akan memudahkan perdagangan kedua negara.

Sementara itu,Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, pembangunan Jembatan Selat Malaka harus menunggu waktu yang tepat, meski bagus untuk konektivitas antara Indonesia dengan negara ASEAN. ”Kita akan konsentrasi pada pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) dulu,”tegas Hatta.

Sumber: http://www.komputer1.com/forum/Gubernur-Riau-Jembatan-Selat-Malaka-akan-terealisasi

{ 0 comments... or add one}


Posting Komentar