Advertisement

Link Banner

Wisata Pantai Pelabuhan Ratu

Posted by YUDI SETIADI

SEBARKAN ARTIKEL
"Wisata Pantai Pelabuhan Ratu" Ini ke -->

FACEBOOK | TWITTER | GOOGLE + | PINTEREST

Bingung memilih kemana akan menghabiskan penghujung tahun 2010 bersama keluarga akhirnya kami memilih untuk pergi ke pelabuhan ratu. Pertimbangan ini diambil karena saya dan suami mungkin sudah lebih dari 20 tahun tidak pernah lagi ke tempat wisata yang satu ini…yang sangat terkenal dengan mistik ratu nyi roro kidul..penguasa pantai selatan. Selain itu kami mempertimbangkan bahwa daerah ini juga tidak menjadi pusat tujuan untuk perayaan tahun baru yang artinya tidak akan terlalu macet menuju ke arah sananya….

Kami berangkat dari rumah sekitar jam 11 siang pada tanggal 30 Desember, dengan tujuan untuk mendahului orang-orang lain yang bertujuan sama, dan juga sebagai tim awal dari keluarga besar. Jam 12 siang, kami sudah sampai ciawi, sejauh ini perjalanan masih lancar. Melewati ciawi, kemacetan sudah menghadang perjalanan kami, tetapi dengan pikiran positif bahwa macet hanya sedikit saja dan setelah rancamaya pasti akan lebih lancar. Ternyata dugaan kami salah besar!!!, kemacetan terus berlanjut sampai pasar cibadak..dimana saat itu sudah pukul 3:30 berarti sudah 4 jam 30 menit dengan total perjalanan baru 120km…

Perjalanan tetap kami teruskan dan Alhamdulilah berjalanan cukup lancar. Kami tiba di Pelabuhan ratu sekitar jam 5 sore lebih 10 menit bau laut sudah tercium dengan tajam…..saat itu kami belum ada reservasi yang pasti untuk penginapan, jadi kami berhenti pertama kali di hotel yang berlokasi tepat diujung jalan, kebetulan saya lupa nama hotelnya…ternyata bayangan saya mengenai pelabuhan ratu completely different…i will not say lah..

Sore menjelang maghrib kami habiskan dari satu hotel ke hotel yang lain. Dari hotel Ocean7 …oops sorry ombak tujuh yang berlokasi di Jl. Cisolok KM.8 BojongHaurPelabuhan Ratu dan Desa Resort something yang terletak tepat di depan Ocean7…semuanya hanya bisa untuk tanggal 30 dan tanggal 31 sudah fully book…wahh kami sudah mulai panik mana matahari sudah hampir tenggelam…akhirnya kami sampai di hotel Padi padi yang terletak di ujung Jl. Citepus Raya Km. 13, Pelabuhan Ratu, West Java Indonesia. Pertama kali kami sampai di hotel tersebut, tidak ada satu mobilpun parkir dihalaman hotel dan hari sudah mulai gelap. Kami menemui pak Hidayat, pengurus hotel Padi-padi, yang mengatakan bahwa untuk malam ini kamar tinggal satu saja yang masih bisa diisi tapi untuk tanggal 31 sudah fully book juga. Okelah saya pikir, gimana besok aja, yang penting malam ini saya bisa beristirahat dengan tenang setalah hampir 6 jam terjebak kemacetan. So akhirnya kami meminta untuk diperlihatkan kamar yang tinggal satu-satunya..Suasana yang sepi dan gelap sangatlah tidak nyaman untuk ayah saya yang mempunyai kesulitan melihat dalam gelap karena sudah katarak, sempat beberapa kali kaki nya terantuk batu untuk masuk ke kamar tersebut dimana menurut saya design untuk menuju kamar tersebut sangat lah aneh dan mistis…lagi lagi mistis..

Kamar yang ditunjukkan menurut saya tidak lah terlalu buruk, ada AC dan TV, dan kamar mandi yang tidak berpintu. Ketika pintu yang mengarah ke balkon belakang dibuka, suasana aneh membuat saya merinding..karena ada kolam lengkap dengan rumput dan tanaman airnya yg tidak terlalu terurus, belum lagi kamar-kamar disebelahnya yang gelap dan tak ada tanda-tanda satupun tamu disana. Setelah selesai, saya dan anak saya pergi ke kamar mandi untuk melihat-lihat saja, design kamar mandinya menurut saya cukup unik, bak mandi didesign dengan model sumur, dan ada jendela yang menghadap ke balkon kebelakang, tetapi ternyata jendelanya sudah lepas sehingga kamar mandi tersebut bolong tak berjendela. Saya sendiri tidak merasa hal yang aneh-aneh dikamar tersebut, tetapi saya merasakan bahwa suami dan ayah saya tidak suka kamar tersebut…

Setelah puas lihat kondisi kamar tersebut, kami pergi lagi ke front office, minta agar dicarikan kamar lain, tetapi mereka tetap bersikukuh bahwa kamar tersebut sudah dibook…Well melihat keengganan diwajah suami dan ayah saya, akhir saya bilang ke pak Hidayat bahwa kami akan cari makan dulu dan berjanji akan menelpon balik untuk memastikan. Setelah kami semua berada di satu mobil, suami dan ayah saya baru menyatakan ke tidak sukaan terhadap hotel tersebut…

Akhirnya kami mencari makan malam, maunya sih sea food tetapi ternyata saat itu musim sedang tidak bagus untuk nelayan berlayar, sehingga hasil laut tidak bagus. Akhirnya kami makan diwarung yang ada seafood (seafoodnya import dari Jakarta weleh weleh) dan ayam bakarnya. Setelah kami berkompromi, kami memutuskan untuk kembali ke Jakarta saja, karena kondisi hotel yang sudah penuh dan lokasi yang sama sekali tidak terlalu actractive buat kami sekeluarga.

Kami pulang ke Jakarta jam 10 malam, dan setibanya dicibadak masih ditemani oleh kemacetan yang luar biasa…..ooh pelabuhan ratu…riwayat mu kini…mudah-mudahan lain kali kami bisa menikmati keindahan pantai pelabuhan ratu yang konon sangat indah….Insya Allah..


Sumber: http://fakerealme.wordpress.com/2011/01/19/wisata-pantai-pelabuhan-ratu/

{ 0 comments... or add one}


Posting Komentar