Advertisement

Link Banner

Mana yang lebi duluh tercipta, allah atau manusia ???

Posted by VIRAL ID


Judul ini menanyakan MANA YANG LEBIH DULU TERCIPTA, MANUSIA ATAU
ALLAH. Jelas sekali, jawabnnya mudah tapi banyak yang susah untuk
mengakuinya, dalam hal ini hanya terletak kepada kejujuran masing2
saja untuk berdiri diatas kebenaran dan realitas yang tidak bisa
dipungkiri !!!!

Jadi kalo kita mau menerima realitas sejarah, cukup kita meneliti
sejak kapan manusia menggunakan istilah "Allah" ini. Untuk
memastikannya, kita tidak bisa mengabaikan sejarah awal asal kata
istilah ini digunakan, dan dimana dimulainya istilah ini digunakan. 
Kata "Allah" dimasa sebelum Islam juga digunakan oleh banyak umat
agama sebelumnya, namun artinya berbeda sama sekali dari arti sekarang
yang digunakan oleh umat Islam. "Allah" sebelum Islam artinya "setan,
malaikat, dewa2" dlsb. Kata "Allah" sama sekali tidak mempunyai arti
yang unique dimasa sebelum Islam, barulah setelah lahirnya agama
Islam, kata "Allah" ini diartikan sebagai hal yang sama sekali berbeda
karena dalam Islam "Allah" ini merupakan kata yang unik yang tidak
boleh diterjemahkan artinya kepada hal2 yang sebelumnya. Oleh karena
itulah, penggunaan kata Allah dalam agama lain seperti agama Kristen
dahulu kala menuju kepada setan, dewa, ataupun malaikat2 jahat
lainnya. Karena sekarang kata "Allah" sudah didominasi oleh umat
Islam yang menjadikan kata ini sebagai kata yang tidak bisa diartikan
lain daripada yang mereka percayai-nya maka agama2 lain tidak lagi
bisa menggunakannya untuk pengertian yang berbeda.

Demikianlah, tak ada yang bisa membantah bahwa kata "Allah" dimulai di
Arab Saudia sesudah datangnya agama Islam.

Secara kepercayaan Islam, "Allah" sudah ada sebelum lahirnya adam dan
hawa.

Secara realitas sejarah, "Allah" baru ada setelah lahirnya Muhammad
yang memperkenalkan ajaran Islam.

Dan berdasarkan realitas sejarah, tidak pernah ada manusia pertama
yang bernama Adam dan Hawa, karena sejarah bisa membuktikan bahwa
peradaban manusia pertama kali menggunakan nama bukan seperti yang
kita kenal sekarang melainkan mereka menamakan seseorang disesuaikan
dengan nama2 benda yang ada dialam sekitarnya. Hal ini bisa anda
lihat dalam budaya kuno Indian, seseorang dinamakan "Elang" karena
bisa berlari secepat terbangnya elang. Juga ditanah Batak Karo masih
ada tradisi memberi nama kepada anaknya yang lahir sesuai benda2 yang
ditemukan disekitarnya. Dengan kata lain, realitas sejarah tidak
mengakui dan tidak mengenal adanya manusia pertama yang bernama Adam
dan Hawa dimana kedua nama ini se-mata2 legende kepercayaan yang
berasal dari Timur Tengah. Sementara itu budaya2 manusia yang ribuan
tahun lebih tua dari budaya Timur Tengah tidak pernah menyebutkan
nama2 ini.

DEMIKIANLAH ATAS DASAR KENYATAAN2 YANG ADA, MAKA BISA DIPASTIKAN BAHWA
MANUSIA LEBIH DULU HADIR DIMUKA BUMI INI SEBELUM NAMA "ALLAH"
DICIPTAKAN. DENGAN KATA LAIN, "ALLAH" DICIPTAKAN MANUSIA BUKAN
SEBALIKNYA SEPERTI YANG DIPERCAYA OLEH UMAT ISLAM BAHWA ALLAH YANG
MENCIPTAKAN MANUSIA. JELAS TIDAK MUNGKIN BISA UNTUK MENGANGGAP ALLAH
MENCIPTAKAN MANUSIA YANG SUDAH ADA DIBUMI INI SEBELUM DIRINYA SENDIRI ADA.


Mungkin ada umat Islam yang berang dengan tulisan ini, namun tentu
tidaklah pada tempatnya untuk marah karena kesalahannya sama sekali
bukan terletak pada isi tulisan ini melainkan terletak pada kenyataan
sejarah yang ternyata harus menentang apa yang mereka percaya.

Anda boleh percaya bahwa Presiden Bush itu orang Cina, tapi
realitasnya dia adalah orang Amerika. Dalam hal ini anda tidak bisa
marah kepada realitas karena kepercayaan andalah yang harusnya disalahkan.

Anda boleh percaya bahwa Allah menciptakan manusia, tapi realitasnya
orang Arablah yang menciptakan Allah. Dalam hal ini anda tidak bisa
marah kepada realitas karena kepercayaan andalah yang harusnya disalahkan.

MEMBELA KEPERCAYAAN DENGAN MENGORBANKAN REALITAS HANYALAH MENCIPTAKAN
TRAGEDI BARU BAIK BAGI ANDA MAUPUN BAGI SEKITAR ANDA. SEHARUSNYA KITA
MEMANFAATKAN REALITAS UNTUK MENIKMATI KEPERCAYAAN SEBAGAI HIBURAN YANG
MEMBERI KEBAHAGIAAN KEPADA SEMUANYA BAIK MEREKA YANG PERCAYA MAUPUN
BAGI MEREKA YANG TIDAK PERCAYA.


Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah realitas dimana
kita bisa menciptakan berbagai macam hiburan berupa filem2, alat2
transportasi, komputer hingga perjalanan ruang angkasa, kesemuanya ini
bertujuan untuk melengkapi dan menambah kebahagiaan umat manusia
dimasa lalu yang hanya menggunakan agama/kepercayaannya. Oleh karena
itu adalah menyesatkan kalo masih ada umat yang berusaha hidup dalam
alam kepercayaan masa lalu untuk menghancurkan kebahagiaan kita
sekarang melalui teror2 bomb yang bertujuan untuk mengembalikan
kehidupan kita kemasa lalu yang penuh perang, teror, dan berbagai
kekejaman2 kemanusiaan dulu.

Gunakanlah kepercayaan dan agama anda untuk menjadi alternative
pilihan hiburan bagi semua umat manusia baik yang percaya maupun yang
tidak percaya. Agama janganlah digunakan untuk memonopoli kebahagiaan
hanya untuk yang percaya, dan menimpakan berbagai malapetaka kepada
mereka yang tidak percaya !!!! 

AGAMA BUKANLAH KEWAJIBAN MELAINKAN ALTERNATIVE HIBURAN UNTUK
MEMBAHAGIAKAN.

AGAMA BUKANLAH HUKUM DAN JANGAN DIJADIKAN HUKUM KARENA MERUPAKAN GRUP
KERJA SAMA SOSIAL ANTAR MANUSIA BUKAN ALAT UNTUK MENGADILI GRUP2
SOSIAL LAINNYA.

AGAMA ADALAH KEPERCAYAAN YANG BUKAN REALITAS, OLEH KARENA ITU
JANGANLAH DIGUNAKAN SEBAGAI SOLUSI DALAM MEMECAHKAN REALITAS PROBLEM2
YANG KITA HADAPI.

KEPERCAYAAN ADALAH ANGAN2, DAN AGAMA ADALAH KEPERCAYAAN, OLEH KARENA
ITU JELAS BAHWA AGAMA ADALAH ANGAN2 YANG BERSIFAT PRIBADI YANG TIDAK
BISA DISERAGAMKAN KEPADA SEMUA PRIBADI.

ILMU PENGETAHUAN BERASAL DARI IDEA, DAN IDEA ITU MERUPAKAN JUGA
ANGAN2, NAMUN IDEA ITU ADALAH ANGAN2 YANG BERPOTENSI BERUBAH MENJADI
REALITAS. SEBALIKNYA ANGAN2 YANG TIDAK PUNYA POTENSI MENJADI REALITAS
KITA NAMAKAN SEBAGAI KEPERCAYAAN, DAN AGAMA ADALAH KEPERCAYAAN.

IDEA ADALAH ANGAN2 YANG BERPOTENSI MENJADI REALITAS, SEDANGKAN
KEPERCAYAAN ADALAH ANGAN2 YANG TIDAK PERNAH MENJADI REALITAS MELAINKAN
ANGAN2 TENTANG KEHIDUPAN SETELAH MATI DIMASA SEBELUM MATI.


Demikianlah, kita hanya bisa berkata atau menulis hal2 yang jelas
definisinya, bukan memaksakan kata2 yang tidak pernah bisa
didefinisikan untuk menghadirkan kebenaran yang tidak benar.

{ 0 comments... or add one}


Posting Komentar