Advertisement

Link Banner

RI Gadaikan Rute Penerbangan ke Malaysia?

Posted by Mobile eSports


Jakarta - Tak hanya berseteru di sepakbola dan tenaga kerja, RI dan Malaysia juga bersaing dalam rute penerbangan. Dalam rute penerbangan yang akan dituangkan dalam MoU ini, benarkah Malaysia mendapatkan jalur lebih 'gemuk' dibanding Indonesia?

Dugaan ini diungkapkan pengamat kebijakan publik Agus Pambagio. Dalam keterangan tertulisnya, Agus mengatakan baru membaca dokumen MoU atau nota kesepahaman antara RI dan Malaysia yang ditunjukkan temannya yang hadir di KTT ASEAN di Bali pekan lalu.

"Pada dokumen tersebut terlihat bahwa kita menjual wilayah udara kita kepada Malaysia. Pemerintah Indonesia memberikan 5th Right of Freedom ke Malaysia," ujar Agus dalam pesan singkat yang diterima.

Seperti diketahui, dalam dunia penerbangan, terdapat 9 hak kebebasan terbang. Kebebasan nomor 5 seperti yang disebutkan Agus adalah hak terbang antara dua negara, yang masing-masing negara bisa mengambil penumpang dan terbang ke negara ketiga.

Dalam dokumen yang didapatkan Agus, maskapai Malaysia berhak mengambil penumpang dari 3 bandara di Indonesia yaitu Soekarno-Hatta, Cengkareng; Sultan Hasanuddin, Makassar dan Ngurah Rai, Denpasar. Rute yang diberikan maskapai Malaysia, kota-kota di Indonesia dan Australia dengan frekuensi 7 kali per minggu.

Sedangkan maskapai Indonesia, berhak mengambil penumpang dari 3 bandara di Malaysia yaitu di Kuala Lumpur, Kuching dan Kinabalu. Rute yang diberikan maskapai Indonesia dari 3 bandara itu adalah, kota-kota Asia 36 kali per minggu, kota-kota di Eropa 14 kali per minggu, kota-kota Timur Tengah 21 kali per minggu, kota-kota di AS 14 kali per minggu.

"Malaysia dapat rute gemuk, kita oleh Malaysia ditukar dengan rute kurus yang pasti tidak ada penumpangnya meski frekuensinya lebih banyak. Kalau benar, harga diri kita digadaikan oleh Kemenhub. Terbukti Terminal III jadi hub-nya penerbangan Malaysia (Air Asia, red)," jelas Agus.

{ 0 comments... or add one}


Posting Komentar