Advertisement

Link Banner

Kecelakaan Tragis Olivia Dewi, Hingga Nissan Juke Dipertanyakan

Posted by VIRAL ID


 Dua orang menjadi korban dalam kecelakaan mobil jenis Nissan Juke yang terbakar di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, dini hari tadi. Kedua korban bernama Olivia Dewi (17) dan Joy Sebastian (17). “Ada dua korban. Pengemudinya bernama Olivia Dewi. Sedangkan rekannya bernama Joy Sebastian,” ujar petugas jaga TMC Polda Metro Jaya ketika dihubungi detikcom, Sabtu (10/3/2012) pukul 07.20 WIB.



Dia menjelaskan, korban tewas dalam insiden tersebut adalah Olivia sebagai pengemudi, karena tidak sempat menyelamatkan diri ketika mobilnya terbakar. Sementara rekannya, Joy Sebastian, berhasil menyelamatkan diri sehingga hanya mengalami luka bakar. Saat ini, Joy Sebastian sedang dirawat di UGD Rumah Sakit Jakarta, dan jenazah Olivia sudah dibawa ke RSCM untuk diotopsi. Sementara, bangkai mobil Juke telah dievakuasi dari lokasi kejadian ke Polda Metro Jaya. Beberapa petugas keamanan membantu memadamkan api menggunakan alat pemadam kebakaran gedung.



Sedan Juke dari Nissan, tipe yang dikendarai Olivia Dewi Soerijo dan menewaskan dia dalam kecelakaan mobil Sabtu dinihari di Jakarta, merupakan kendaraan yang belakangan ini dinilai memiliki klasifikasi cacat produksi. Olivia (17), pemenang kedua Gadis Sampul 2010, tidak terselamatkan dalam mobillnya yang terbakar setelah menabrak tiang reklame di depan Wisma Graha Tantana, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.



Teman Olivia yang juga berada dalam mobil bernomor polisi B 60 GOH itu, Joy Sebastian, bisa diselamatkan meski mengalami luka bakar. Kecelakaan terjadi pukul 03.00 WIB saat mobil bergerak menuju arah Bundaran HI sebelum akhirnya menabrak tiang reklame dan terbakar di depan Wisma Graha Tantana. Olivia yang mengemudikan mobil tewas terbakar dan rekannya, Joy Sebastian, mengalami luka bakar.



Kepala Seksi Kecelakaan Lalulintas Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Miyanto di markas Polantas Metro Jaya, Pancoran, Sabtu, mengatakan, penyebab kecelakaan diduga mobil tidak bisa dikendalikan sehingga terjadi tabrakan. Miyanto menambahkan pihaknya masih terus meneliti kecelakaan maut yang merenggut nyawa Olivia Dewi. Korban luka bakar, Joy yang dirawat di RS Gading Pluit, belum bisa dimintai keterangannya.



Nissan Motor Corp, sebagaimana laporan kantor berita Reuters pada 9 Desember 2011, menarik (recall) 118.000 model Juke dari seluruh dunia, setelah Badan Keselamatan Lalulintas Jalan Raya (National Highway Traffic Safety Administration/NHTSA) menemukan cacat (disability) pada bagian mesin dan pintunya.

Namun, menyertai berita penarikan tersebut, ditegaskan fokus penarikan Nissan Juke ialah di kawasan berhawa dingin, seperti Jepang, Amerika Serikat, Kanada dan Eropa. Keputusan penarikan Juke dari peredaran terkait pada perkiraan: jika tetesan air jatuh pada titik koneksi antara kunci pintu (door lock) dan kabel-kabel kunci pintu (door lock wires), maka tetesan air akan membeku karena cuaca dingin ekstrim.

Dengan demikian, kunci pintu tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya, dan pintu tidak dapat dibuka atau ditutup. Menyusul berita penarikan Juke pada Desember lalu itu, Nissan Motor Indonesia (NMI) lewat pernyataannya memastikan penarikan tersebut tidak berlaku untuk produk-produk Juke yang dipasarkan di Indonesia.



NMI menjelaskan, semua kendaraan Nissan yang dibuat di Indonesia tidak dilengkapi dengan turbocharger, tapi bertipe mesin HR15DE untuk Juke di Indonesia. Tipe yang mengalami penarikan ialah Juke yang bermesin tipe MR16DDT, model yang dilengkapi dengan turbocharger. Nissan Juke merupakan model yang cepat populer di Indonesia. Pekan lalu NMI mengumumkan penjualan Nissan Juke yang telah melampaui tiga kali lipat dari target awal yang ditetapkan sebesar 500 unit perbulan dengan dengan rata-rata penjualan 1,600 unit perbulan.

Direktur Nissan Indonesia Teddy Irawan mengatakan, selama ini perusahaannya belum pernah menerima keluhan adanya masalah fatal dari pengguna Juke. “Ini yang pertama,” kata dia melalui sambungan telepon kepada media. Sistem kemanan mobil yang dipasarkan di harga Rp243 -253 juta ini menurut Teddy telah sesuai standar European New Car Assessment Programme (Euro NCAP). Bahkan, dalam pengujian, Nissan Juke menyabet bintang lima, standar tertinggi penilaian.

Guna memenuhi permintaan yang tinggi akan Nissan Juke di Indonesia, NMI telah meningkatkan kapasitas produksinya hingga rata-rata mencapai 2,000 unit perbulan. Apapun Kendaraannya kita mesti hati-hati dalam berkendara, karena bila tidak hal tersebut tidak hanya membahayakan kita melainkan nyawa orang lain juga terancam.

Inilah Hasil Test tabrakan NISSAN JUKE
Popout
Popout

{ 0 comments... or add one}


Posting Komentar