Advertisement

Link Banner

WANITA 72 TAHUN PUN MASIH CARI JODOH

Posted by VIRAL ID


Banyak orang bingung memilih jodoh karena saking banyaknya pilihan. Namun tak sedikit pula yang sulit mencari jodoh karena tak ada pilihan. Itulah kenyataan hidup manusia. Untuk membantu mencarikan orang - orang yang sulit jodoh, seorang pria di Semarang bernama Satrio rela membentuk biro jodoh. Apa saja kisahnya?

Jodoh di tangan Tuhan. Manusia hanya wajib berusaha dan berdoa. Itulah prinsip yang dibangun Satrio, koordinator kontak jodoh "Mutiara Kasih" Semarang. Merasa prihatin dengan orang - orang sulit mendapat jodoh, ia pun merintis lembaga sosial kontak jodoh. Sudah banyak orang menikmati jasanya yang dirintis sejak 27 tahun silam itu.

Ditemui di rumahnya Jalan Wonosari I/7 Kelurahan Randusari Kecamatan Semarang Selatan, Satrio tengah sibuk menata dokumen. Dokumen data - data anggota biro jodoh Mutiara Kasih itu dikelolanya sejak tahun 1985. Tumpukan dokumen yang dilengkapi pas foto 4 x 6 ini rencananya akan diperbanyak. "Data ini akan saya kopi, intuk persiapan temu kontak jodoh yang akan dilaksanakan pekan depan di Resto Ayam Ayam," kata Satrio.


Menurut Satrio, pendataan anggota ini sangat penting karena antar anggota belum saling kenal. Cukup dengan melihat data ini, maka yang berminat langsung menghubungi sendiri pada yang bersangkutan. Misalnya, ada duda yang ingin menjadi anggota. Setelah membayar uang pangkal Rp 200 ribu, boleh melihat data - data anggota biro jodoh dari kalangan perempuan.


"Saat ini saya mengelola 500 anggota biro jodoh yang memiliki data lengkap, seperti biodata singkat, pekerjaan, status marital, alamat, nomor telepon hingga foto diri, bagi anggota boleh melihat," terangnya. Dulu saat pertama kali didirikan pada tahun 1985, anggotanya masih terbatas. Hanya kalangan gereja. Rupanya usaha ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat luas. Sehingga mantan anggota Kamra itu memutuskan membuka lebar - lebar bagi semua kalangan untuk ikut ambil bagian dalam biro jodoh.


"Pada tahun 1995 dibuka untuk semua kalangan, uang pendaftaran saat itu cuma Rp 25.000," katanya. Sejak itu jumlah anggota makin banyak. Tidak hanya dari kalangan gereja namun ada yang beragama Islam, Hindu, Budha dan lainnya. Apa yang membuatnya terjun ke dunia perjodohan? Satrio mengaku, didasari oleh keluhan dari sejumlah rekan satu gereja yang mengaku kesulitan atau belum mendapatkan jodoh.


Mereka kebanyakan tidak kunjung mendapat jodoh karena malu, tidak percaya diri, terlalu sibuk bekerja atau takut tertipu. "Kan kadang ada orang yang sibuk bekerja mengejar karier, tahu - tahu umurnya sudah tua, sehingga saat mau mencari jodoh kesulitan. Akhirnya masuk biro jodoh, ya kita bantu mendapatkan orang yang diinginkan," ujar Satrio.


Menurut dia urusan jodoh memang susah - susah gampang. Artinya ada orang yang gampang mendapatkan jodoh, ada juga yang susah setengah mati mendapatkan Soulmatenya. Justru ini adalah tantangan tersendiri bagi biro jodoh. Bagaimana bisa mempertemukan mereka lalu kenalan terus pacaran dan berlanjut ke jenjang pernikahan.


Sejak tahun 1985, Satrio mengaku sudah banyak mempertemukan pasangan untuk berjodoh. Tidak hanya jejaka atau perawan. Yang janda atau duda juga banyak yang dibantu untuk menemukan kembali pasangan hidupnya. Satrio juga seolah tidak percaya. Ada anggotanya yang sudah berusia 72 tahun masih mencari jodoh. Anggota perempuan itu berasal dari Semarang. Dulunya memang cantik, namun dengan usia senjanya sekarang sudah tidak nampak lagi.


"Anggota saya ada yang sudah berusia 72 tahun, dia perempuan dan optimis masih akan mendapatkan jodoh," tuturnya. Satrio juga tidak tahu, kenapa hingga usia senjanya anggota tersebut belum mendapatkan jodoh," katanya. "Tapi kalau Tuhan menghendaki pasti akan ketemu jodohnya," harapnya.


Tidak hanya yang tua. Anggotanya juga ada yang berusia dini, 18 tahun. Anak - anak gadis belia itu mengaku sudah siap menikah. "Anggota saya saat ini mulai usia 19 sampai 72 tahun, beragam profesi, dari semua kalangan ada, tinggal pilih saja," terangnya. (Alamat: Bp. Satrio, Jalan Wonosari I/7 Kelurahan Randusari Kecamatan Semarang Selatan, Hp 081225271599).

{ 0 comments... or add one}


Poskan Komentar