Advertisement

Link Banner

Rajin Bercinta Flu Pun Menjauh

Posted by VIRAL ID

SEBARKAN ARTIKEL
"Rajin Bercinta Flu Pun Menjauh" Ini ke -->

FACEBOOK | TWITTER | GOOGLE + | PINTEREST

Hai sobat yang aneh, jumpa lagi. Hari ini admin akan membahas tentang "Rajin Bercinta Flu Pun Menjauh". 

Rajin Bercinta Flu Pun Menjauh
Sudah banyak penelitian membuktikan bahwa berhubungan intim pada pasangan resmi banyak menfaat kesehatannya. Bila orang yang sering mengalami flu, bercinta dengan pasangan adalah salah satu obatnya.

Peneliti dari Wilkes University di Wilkes-Barre, Pennsylvania, menemukan bahwa pasangan yang bercinta sekali atau dua kali dalam seminggu memiliki tingkat antibodi pendorong kekebalan tubuh, immunoglobulin A atau IgA lebih tinggi.

Antibodi ini berfungsi untuk membuat orang lebih kuat melawan berbagai jenis penyakit seperti demam dan influenza, seperti dilansir medicaldaily, Sabtu (25/8/2012).

Selain itu, bercinta juga dapat mengatasi hidung tersumbat karena flu atau pilek. Seks dapat menjadi anthistamin alami yang mampu memperlancar hidung tersumbat bahkan gejala-gejala demam lainnya.

Tak hanya menjauhkan infeksi, untuk wanita dan pria, seks dapat memiliki manfaat masing-masing.

Bagi wanita, bercinta tanpa menggunakan kondom dapat membuatnya merasa lebih bahagia. Peneliti dari State University of New york dan University of Liverpool menemukan bahwa zat dalam air mani mengandung bahan kimia yang dapat meningkatkan mood positif wanita.

Bercinta juga membantu menjaga berat badan, masalah yang umum dikhawatirkan wanita. Saat berhubungan seks, tubuh menghasilkan hormon endorfin dan oksitosin, yaitu hormon bahagia yang juga diproduksi saat Anda makan. Ketika bercinta, otak akan merasa puas sehingga berhenti mengirimkan sinyal untuk makan.

Menurut studi yang dipublikasi dalam American Journal of Cardiology, berhubungan seks juga membantu membakar 85 hingga 250 kalori.

Sedangkan bagi pria, pria yang lebih sering ejakulasi dalam sebulan, memiliki risiko lebih rendah terdiagnosis kanker prostat, menurut Journal of the American Medical Association.

{ 0 comments... or add one}


Poskan Komentar